Pengaturan Akun
Sebelum user menjalankan sistem POS selleri, ada beberapa pengaturan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan transaksi di perusahaan anda.
Berikut adalah penjelasan fungsi dari masing-masing menu/parameter pengaturan yang tersedia:
1. Bagian Detail & Perusahaan
- Detail (Nama Lengkap, Email, Phone No): Informasi identitas akun admin yang sedang aktif atau digunakan untuk login ke sistem.
- Perusahaan (Nama Perusahaan, Email Perusahaan): Informasi dasar mengenai identitas badan usaha atau toko (contoh: RAIA Store) yang nantinya akan tercetak pada laporan atau dokumen resmi.
- Pilih Bahasa: Pengaturan bahasa antarmuka sistem (tersedia pilihan Bahasa Indonesia atau English).
2. Bagian General (Umum)
- Pilih Tipe Kertas: Menentukan format cetak struk atau nota transaksi kasir sesuai dengan jenis printer yang digunakan.
- Default PPN (%): Menentukan persentase Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bawaan yang berlaku secara otomatis pada transaksi (saat ini diatur 11%).
- Tipe Pajak: Menentukan metode perhitungan pajak (misalnya Include atau Exclude).
- Print PPn (Include): Pengaturan apakah rincian PPN include perlu dicetak secara langsung pada struk pelanggan.
3. Add Ons Yang Tersedia
- Table: Pengaturan manajemen meja untuk restoran/kafe.
- Item-Receiving: Modul penerimaan barang masuk/inventaris
- App-Adjustment: Fitur penyesuaian stok pada aplikasi seller mobile.
- Accounting & Purchasing: Modul akuntansi lanjutan dan manajemen pembelian.
- Online-Channel: Integrasi dengan saluran penjualan online.
- Qris_payment: Integrasi metode pembayaran digital berbasis QRIS.
4. Bagian Pengaturan Sistem & POS (Tombol Toggle/Switch)
- Generate Barcode: Mengaktifkan pembuatan barcode otomatis untuk produk baru. Ketika anda membuat item baru pada menu master barang, dan user mengosongkan kolom barcode maka sistem akan men-generate barcode secara otomatis.
- Generate SKU: Mengaktifkan pembuatan kode unik produk (Stock Keeping Unit) secara otomatis. Sama dengan generate barcode, jika user tidak mengisi kolom SKU maka sistem akan men-generate barcode secara otomatis.
- Kena Pajak: Menandakan apakah sistem secara default mengenakan pajak pada produk.
- Izinkan Stock Minus: Mengizinkan transaksi penjualan tetap berjalan meskipun stok barang di sistem bernilai negatif (kosong).
- Pembayaran Parsial: Mengizinkan pembayaran transaksi secara bertahap atau dicicil.
- Extra Item: Memungkinkan penambahan item tambahan atau kustom dalam transaksi. Biasanya digunakan untuk menginput item yang dijual tetapi asal barang bukan dari stok yang ada di selleri (pembelian dari luar).
- Auto Shift: Mengatur otomatisasi shift kasir (jika aktif, saldo awal shift berikutnya otomatis terisi dari saldo akhir shift sebelumnya).
- Default Open Amount: Nilai nominal modal/kas awal laci kasir secara default (contoh: Rp150.000,00).
- Default Decimal Qty: Mengatur jumlah digit desimal untuk kuantitas produk (misalnya untuk barang yang diukur dengan berat/pecahan, diatur 2 digit).
- Normal Shift: Mengatur apakah tanggal shift mengikuti tanggal transaksi berjalan. Jika status = tidak, maka tanggal open shift mengikuti tanggal transaksi pertama.
- Discount Overall: Mengizinkan pemberian diskon secara keseluruhan pada total transaksi (subtotal).
- Penyesuaian Langsung: Jika toggle aktif maka ketika anda membuat data penyesuaian stok, tidak perlu dilakukan approval sehingga data penyesuaian langsung diproses. Akan tetapi apabila anda memilih opsi penyesuaian langsung ini, anda tidak akan dapat menentukan nilai biaya satuan ketika ada penyesuaian lebih (tambah stok), karena input nilai biaya satuan dapat dilakukan pada proses approval.
- Pembelian Langsung: Jika toggle aktif maka user dapat membuat data pembelian yang memungkinkan langsung memilih item tanpa harus melewati proses pesanan pembelian dan penerimaan pembelian.
- Sale Dengan PIC: Mewajibkan atau mencatat siapa Penanggung Jawab (Person in Charge) pada setiap transaksi penjualan.
- Customer Mandatory: Mewajibkan kasir untuk memilih atau memasukkan data pelanggan sebelum transaksi diproses.
- Sync Sebelum Tutup Shift: Mewajibkan sinkronisasi data terlebih dahulu sebelum melakukan tutup shift kasir.
- Attachment Mandatory: Mewajibkan adanya lampiran file/bukti pada transaksi tertentu.
- Sales Transaction Expense: Mencatat biaya pengeluaran langsung pada transaksi penjualan.
- Print Work Duration: Menampilkan durasi kerja pada cetakan laporan/shift. Work duration dihitung dari ketika transaksi pertama kali dihold sampai transaksi diselesaikan. Info work duration biasanya diperlukan dan dipakai di bengkel-bengkel guna mengetahui berapa lama proses pengerjaan yang dilakukan oleh mekanik.
- Show Balance On Shift: Menampilkan informasi saldo pada laporan shift kasir.
- Show Custom Field: Menampilkan kolom tambahan yang telah dikustomisasi pada antarmuka transaksi. Setting costum field ini terdapat pada menu Pengaturan > Custom Field.
Jangan lupa untuk menekan tombol hijau [Simpan] di pojok kanan bawah jika Anda melakukan perubahan pengaturan.
Dokumentasi ini membantu Anda menggunakan Selleri POS. Sebelum menghubungi tim dukungan, silakan cari solusi melalui dokumentasi terlebih dahulu. Jika Anda belum menemukan jawaban, hubungi tim dukungan Selleri POS. Untuk kebutuhan pengembangan fitur khusus atau integrasi sistem, silakan hubungi tim Selleri POS.
Apakah informasi ini membantu?